Terjemah Jurumiyah

Tampilkan postingan dengan label Terjemah Jurumiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terjemah Jurumiyah. Tampilkan semua postingan

Penjelasan Tentang Isim yang Di Khafadh-kan (Jurumiyyah)

Bab Isim yang Di Khafadh-kan
.بَابُ اَلْمَخْفُوضَاتِ مِنْ اَلْأَسْمَاءِ
َ



.اَلْمَخْفُوضَاتُ ثَلَاثَةُ أَنْوَاعٍ مَخْفُوضٌ بِالْحَرْفِ, وَمَخْفُوضٌ بِالْإِضَافَةِ, وَتَابِعٌ لِلْمَخْفُوضِ فَأَمَّا اَلْمَخْفُوضُ بِالْحَرْفِ فَهُوَ مَا يَخْتَصُّ بِمِنْ, وَإِلَى, وَعَنْ, وَعَلَى, وَفِي, وَرُبَّ, وَالْبَاءِ, وَالْكَافِ, وَاللَّامِ, وَبِحُرُوفِ اَلْقَسَمِ, وَهِيَ اَلْوَاوُ, وَالْبَاءُ,وَالتَّاءُ, وَبِوَاوِ رُبَّ, وَبِمُذْ, وَمُنْذُ.وَأَمَّا مَا يُخْفَضُ بِالْإِضَافَةِ, فَنَحْوُ قَوْلِكَ "غُلَامُ زَيْدٍ" وَهُوَ عَلَى قِسْمَيْنِ مَا يُقَدَّرُ بِاللَّامِ, وَمَا يُقَدَّرُ بِمِنْ; فَاَلَّذِي يُقَدَّرُ بِاللَّامِ نَحْوُ "غُلَامُ زَيْدٍ" وَاَلَّذِي يُقَدَّرُ بِمِنْ, نَحْوُ "ثَوْبُ خَزٍّ" وَ"بَابُ سَاجٍ" وَ"خَاتَمُ حَدِيدٍ .
والله اعلم با الصواب





Bab Penjelasan Isim-isim yang Dikhafadhkan (dijarkan)

Pembagian Isim-Isim Yang diKhafadh-kan
Isim-isim yang dikhafadhkan ada tiga bagian :


  • 1. Dikhafadhkan dengan huruf khafadh
  • 2. Dikhafadhkan dengan idhafah
  • 3. Dikhafadhkan karena mengikuti yang sebelumnya


  • Pembagian Yang Di Khafadhkan Dengan Huruf
    Adapun yang Di-Khafadhkan dengan huruf, ialah apa yang dikhususkan dengan h Huruf Khafadh, seperti :

    مِنْ, وَإِلَى, وَعَنْ, وَعَلَى, وَفِي, وَرُبَّ, وَالْبَاءِ, وَالْكَافِ, وَاللَّامِ

    dan dengan huruf (Qosam) sumpah yaitu :

    اَلْوَاوُ, وَالْبَاءُ, وَالتَّاءُِ

    Dan dengan lapaz :

    مُذْ, وَمُنْذُ

    Pembagian Yang Di-Khafadh-kan Dengan Idhafah
    Adapun Isim yang di-Khafadh-kan dengan idhafah, Seperti contohnya:

    غُلَامُ زَيْدٍ

    pembagian Khafadh Dengan Idhafah
    Adapun Khafadh dengan Idhafah ada dua bagian,yaitu :
    • Yang ditaqdirkan dengan lam
    • Yang ditakdirkan dengan min.
    contoh yang ditaqdirkan dengan lam :

    غُلَامُ زَيْدٍ(anak laki-laki bagi zaid)

    contoh yang ditaqdirkan dengan min :

    ثَوْبُ خَزٍّ (Baju dari sutra)
    وَبَابُ سَاجٍ (Pintu dari kayu)
    وَخَاتَمُ حَدِيدٍ (Cincin dari besi)



    Daftar Isi Jurumiyyah Online


    Bab Penjelasan Tentang Maf’ul Ma’ah (Jurumiyyah)

    Bab Penjelasan Tentang Maf’ul Ma’ah

    .بَابُ اَلْمَفْعُولِ مَعَهُ
    َ



    . وَهُوَ اَلِاسْمُ اَلْمَنْصُوبُ, اَلَّذِي يُذْكَرُ لِبَيَانِ مَنْ فُعِلَ مَعَهُ اَلْفِعْلُ, نَحْوَ قَوْلِكَ "جَاءَ اَلْأَمِيرُ وَالْجَيْشَ" وَ"اِسْتَوَى اَلْمَاءُ وَالْخَشَبَةَ". وأما خَبَرُ "كَانَ" وَأَخَوَاتِهَا, وَاسْمُ "إِنَّ" وَأَخَوَاتِهَا, فَقَدْ تَقَدَّمَ ذِكْرُهُمَا فِي اَلْمَرْفُوعَاتِ, وَكَذَلِكَ اَلتَّوَابِعُ; فَقَدْ تَقَدَّمَتْ هُنَاكَ.





    Bab Penjelasan Tentang Maf’ul Ma’ah

      Definisi Dan Pengertian Maf'ul Ma'ah

    Maf’ul ma’ah adalah isim Manshub atau isim yang berharkat fathah yang dinyatakan untuk menerangkan Zat yang menyertai sipelaku-nya.
    Seperti Contoh :
      (.جَاءَ اَلْأَمِيرُ وَالْجَيْشَ.)
      Artinya: Telah datang Pimpinan bersama pasukan/tentara

      .وَاِسْتَوَى اَلْمَاءُ وَالْخَشَبَةَ.
      Artinya : Telah merata air bersama kayu
      Keterangan

          Untuk lebih mudah memahami tentang maf'ul Maah, coba anda perhatikan susunan kalimat ini (.جَاءَ اَلْأَمِيرُ وَالْجَيْشَ.). Lapaz (جَاءَ) sebagai Fiil madhi. dan lapaz (اَلْأَمِيرُ) sebagai Faailnya (sipelaku). serta lapaz (وَالْجَيْشَ) sebagai maful Maah. coba perhatikan ulang pada lapaz (وَالْجَيْشَ) ia berharkat Fathah (atau Manshub), karena Maful Maah itu adalah isim yang dinashabkan yang berfungsi untuk menerangkan apa yang menyertai pelaku.

    Biasanya Maful maah selalu disertai wawu Maiyyah, yaitu "wawu" yang mempunyai arti Bersama/berserta. Silahkan mencoba !

    Adapun khabar kaana dan saudara-saudaranya, isim inna dan saudara-saudaranya, sesungguhnya telah datang penjelasannya pada bab isim-isim yang dirafa’akan begitu pula yang mengikutinya (na’at, ‘athaf, taukid, badal) telah diterangkan disana.






    Daftar Isi Jurumiyyah Online


    Bab Penjelasan Maf’ul min Ajlih (Jurumiyyah)

    Bab Penjelasan Maf’ul min Ajlih
    .بَابُ اَلْمَفْعُولِ لِأَجْلِهِ
    َ



    . وَهُوَ اَلِاسْمُ اَلْمَنْصُوبُ, اَلَّذِي يُذْكَرُ بَيَانًا لِسَبَبِ وُقُوعِ اَلْفِعْلِ, نَحْوَ قَوْلِكَ "قَامَ زَيْدٌ إِجْلَالًا لِعَمْرٍو" وَ"قَصَدْتُكَ اِبْتِغَاءَ مَعْرُوفِكَ".





    Bab Penjelasan Maf’ul min Ajlih

    Definisi Dan Pengertian Maf'ul liajlih
    Maf’ul min ajlih adalah isim yang dinashabkan yang dinyatakan untuk menerangkan sebab-sebab terjadinya perbuatan. Seperti Contoh :

    .قَامَ زَيْدٌ إِجْلَالًا لِعَمْرٍو.
    Artinya : Telah berdiri zaid karena memuliakan Amar

    . وَقَصَدْتُكَ اِبْتِغَاءَ مَعْرُوفِكَ.
    Artinya : Aku bermaksud kepadamu karena mengharapkan kebaikanmu





    Daftar Isi Jurumiyyah Online


    Bab Penjelasan Tentang Munada (Jurumiyyah)

    Bab Penjelasan Tentang Munada
    .بَابُ اَلْمُنَادَى

    َ



    .اَلْمُنَادَى خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : المفرد اَلْعَلَمُ, وَالنَّكِرَةُ اَلْمَقْصُودَةُ, وَالنَّكِرَةُ غَيْرُ اَلْمَقْصُودَةِ, وَالْمُضَافُ, وَالشَّبِيهُ بِالْمُضَافِ فَأَمَّا اَلْمُفْرَدُ اَلْعَلَمُ وَالنَّكِرَةُ اَلْمَقْصُودَةُ فَيُبْنَيَانِ عَلَى اَلضَّمِّ مِنْ غَيْرِ تَنْوِينٍ, نَحْوَ "يَا زَيْدُ" وَ"يَا رَجُلُ" وَالثَّلَاثَةُ اَلْبَاقِيَةُ مَنْصُوبَةٌ لَا غَيْرُ.





     Bab Penjelasan Tentang Munada (yang diseru)

    Pembagian Munada
    Munada ada lima bagian, yaitu :
    • 1.المفرد اَلْعَلَمُ,(Dipanggil dengan Nama tunggal)
    • 2. وَالنَّكِرَةُ اَلْمَقْصُودَةُ, (Dipanggil dengan isim nakirah dengan tujuan)
    • 3. وَالنَّكِرَةُ غَيْرُ اَلْمَقْصُودَةِ, (Dipanggil dengan nakirah tanpa tujuan)
    • 4. وَالْمُضَافُ, (panggilan dengan menggunakan Mudhaf)
    • 5. وَالشَّبِيهُ بِالْمُضَافِ (pangilan yang menyerupai mudhaf)
      Penjelasan Tentang Munada Alam Mufrad

           Yang di maksud dengan Munada Mufrad Alam adalah seseorang yang di panggil dengan menyebutkan namanya, seperti contoh : (يا احمدُ ,يازيدُ). Biasanya munada seperti ini, ber-i'rab rafa'(atau berharkat Dhammah serta tidak bertanwin)pada isim Munadanya. Untuk memahami tentang Munada Mufrad Alam, coba kita perhatikan contoh ini : (يا احمدُ ). Adapun (يا) adalah Huruf Nida atau huruf untuk memanggil. Sedangkan lafadz (احمدُ) adalah Munada Mufrad Alam, atau seseorang yang dipangil dengan disebut namanya. Dan jangan lupa, perhatikan lafadz munada Mufrad Alamnya yaitu lafadz (احمدُ) ia berharkat dhammah yang tidak bertanwin.

      Penjelasan Tentang Munada Nakirah Maqshudah

           Sedangkan yang dimaksud dengan Munada Nakirah Maqshudah ialah Munada yang yang di gunakan untuk menganggil seseorang secara umum disertai dengan maksud memanggilnya. Seperti contoh : (وَيَا رَجُلُ) artinya: Wahai Laki-laki . sedangkan I'rab nya adalah Rafa' (atau berharkat dhammah dan tidak bertanwin).jika kita perhatikan, ada perbedaan antara Munada Mufrad Alam dengan Munada Nakirah maqshudah, yaitu dari sisi maknanya, jika munada Mufrad Alam bermakna Khusus, sedangkan Munada Nakirah Maqshudah bermakna umum. akan tetapi ada persamaan pada I'rabnya yaitu BerI'rab Rafa' (atau berharkat Dhammah dan tidak bertanwin) silahkan Anda pratekkan-nya

      Penjelasan Tentang Munada Nakirah Ghair Maqshudah

           Sedangkan yang dimaksud dengan Ghair Maqshudah ialah Munada yang digunakan untuk memanggil seseorang secara umum tanpa disertai maksud memanggilnya. Seperti contoh ucapa orang yang buta : (يارَجلاً خُذ بيِدى) Artinya : Wahai laki laki pegang tanganku. Sedangkan I'rab munada Nakirah Ghair Maqsudah adalah Nasab (atau berharkat fathah yang bertanwin). Jika kita perhatikan pada munada ini, ada perbedaan dengan munada Nakirah maqshudah, yaitu pada harkatnya. sedangkan Munada Nakirah Maksudahadalah berharkat Dammah Tanpa tanwin(atau disebut I'rab rafa), sedangkan Munada Nakirah Ghair Maqshudah adalah berharkat Fathah dan bertanwin(atau disebut I'rab Nashab).

      Penjelasan Tentang Munada Mudhaf

           Sedangkan Yang di maksud dengan Munada Mudhaf adalah Munada yang isimnya terdiri dari Mudhaf dan Mudhaf ilahi , seperti contoh : (ياعبدَاللهِ). Atinya : "wahai Abdullah. Sedangkan I'rabnya adalah Nashab (atau brrharkat Fathah yang tidak bertanwin) pada isim Munadanya. Untuk lebih jelas memahami tentang Munada Mufrad Mudhaf, coba kita perhatikan contoh ini : (ياعبدَاللهِ). Adapun (يا) adalah Huruf Nida atau huruf yang digunakan untuk memanggil. Sedangkan lafadz (عبدَاللهِ) adalah Munada Mudhaf, atau Munada yang mengandung Mudhaf dan udhaf ilahi. yaitu lafadz (عبدَ) sebagai Mudhaf, sedangkan lapadz (اللهِ)sebagai Mudhaf ilaihi Dan jangan lupa, perhatikan lafadz munada Mudhaf yaitu pada lafadz (عبدَاللهِ) ia berharkat Fathah yang tidak bertanwin.

      Penjelasan Tentang Munada Tasybih Mudhaf

           Sedangkan Yang di maksud dengan Tentang Munada Tasybih Mudhaf adalah Munada yang isimnya menyerupai Idhafah , seperti contoh : (ياطالعِاًجَبَلاً) . Atinya : "wahai pendaki gunung. Sedangkan I'rabnya adalah Nashab (atau berharkat Fathah yang bertanwin). Untuk lebih jelas memahami tentang Munada Tasybih Mudhaf, coba kita perhatikan contoh ini : (ياطالعِاًجَبَلاً). Adapun
    (يا) adalah Huruf Nida atau huruf yang digunakan untuk memanggil. Sedangkan lafadz (طالعِاًجَبَلاً) adalah Munada Tasybih Mudhaf, atau Munada yang mengandung penyerupaan Mudhaf. yaitu lafadz (طالعِاًجَبَلاً) sebagai Mudhaf, Dan jangan lupa, perhatikan lafadz munada Tasybih Mudhaf, yaitu pada lafadz
    (طالعِاًجَبَلاً) ia berharkat Fathah dan bertanwin.

    Alhamdulillah, sekarang kita telah paham apa yang dimaksud dengan Munada, ternyata Munada itu ialah isim(atau nama) yang di panggil dengan menggunakan huruf nida, yang tebagi menjadi 5 (lima ) bagian, yaitu : Munada Mufrad Alam, Munada Nakirah Maqshudah, Munada Nakirah Ghair Maqshudah, Munada Idhafah, Munada Tasybih Idhfah. Silahkan anda memperaktekanya !

    Dan ketiga munada yang lain di nashabkan, tida yang lainnya.





    Daftar Isi Jurumiyyah Online


    Bab Penjelasan Tentang Huruf Laa (Jurumiyyah)

    Bab Penjelasan Tentang Huruf Laa
    .بَابُ لَا
    َ



    .اِعْلَمْ أَنَّ "لَا" تَنْصِبُ اَلنَّكِرَاتِ بِغَيْرِ تَنْوِينٍ إِذَا بَاشَرَتْ اَلنَّكِرَةَ وَلَمْ تَتَكَرَّرْ "لَا" نَحْوَ "لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ" فَإِنْ لَمْ تُبَاشِرْهَا وَجَبَ اَلرَّفْعُ وَوَجَبَ تَكْرَارُ "لَا" نَحْوَ لَا فِي اَلدَّارِ رَجُلٌ وَلَا اِمْرَأَةٌ" فَإِنْ تَكَرَّرَتْ "لَا" جَازَ إِعْمَالُهَا وَإِلْغَاؤُهَا, فَإِنْ شِئْتَ قُلْتُ "لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ وَلَا اِمْرَأَةَ". فَإِنْ شِئْتَ قُلْتُ "لَا رَجُلٌ فِي اَلدَّارِ وَلَا اِمْرَأَةٌ".





    Bab Penjelasan Laa

    Kaedah Huruf "laa" Dan Pengamalannya
    Ketahuilah olehmu! Bahwa laa berfungsi menasabkan Isim-isim Nakirah tanpa bertanwin. Apabila huruf "laa" bertemu secara langsung dengan Isim-isim Nakirah, maka huruf "laa" tidak terjadi pengulangan. Seperti Contoh :

    : لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ.
    Artinya : Tiada seorang laki lakipun dirumah

    Apabila laa tidak bertemu langsung dengan Isim-isim nakirah maka wajib dirafakan dan mengulang-ulang huruf laa. Seperti Contoh :

    لَا فِي اَلدَّارِ رَجُلٌ وَلَا اِمْرَأَةٌ.
    Artinya : tiada dirumah itu seorang laki laki dan perempuan

    Jika terjadi pengulangan huruf laa, maka boleh mengamalkan laa (menjadikan laa sebagai amil yang menashabkan isim nakirah) atau membiarkan-nya. Maka jika kamu mau, kamu katakan :

    .لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ وَلَا اِمْرَأَةَ.
    Artinya : Tiada seorang laki laki pun didalam rumah dan juga perempuan

    Dan jika kamu suka, kamu bisa mengkatakan:

    .لَا رَجُلٌ فِي اَلدَّارِ وَلَا اِمْرَأَةٌ".
    Artinya : Tiada satu laki laki didalam rumah dan juga perempuan





    Daftar Isi Jurumiyyah Online


    Bab Penjelasan Tentang Istitsna (pengecualian) Jurumiyyah

    Bab Penjelasan Tentang Istitsna
    .بَابُ اَلِاسْتِثْنَاءِ
    َ



    .وَحُرُوفُ اَلِاسْتِثْنَاءِ ثَمَانِيَةٌ وَهِيَ إِلَّا, وَغَيْرُ, وَسِوَى, وَسُوَى, وَسَوَاءٌ, وَخَلَا, وَعَدَا, وَحَاشَا فَالْمُسْتَثْنَى بِإِلَّا يُنْصَبُ إِذَا كَانَ اَلْكَلَامُ تَامًّا مُوجَبًا, نَحْوَ "قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدًا" وَ"خَرَجَ اَلنَّاسُ إِلَّا عَمْرًا" وَإِنْ كَانَ اَلْكَلَامُ مَنْفِيًّا تَامًّا جَازَ فِيهِ اَلْبَدَلُ وَالنَّصْبُ عَلَى اَلِاسْتِثْنَاءِ, نَحْوَ "مَا قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدٌ" وَ"إِلَّا زَيْدًا" وَإِنْ كَانَ اَلْكَلَامُ نَاقِصًا كَانَ عَلَى حَسَبِ اَلْعَوَامِلِ, نَحْوَ "مَا قَامَ إِلَّا زَيْدٌ" وَ"مَا ضَرَبْتُ إِلَّا زَيْدًا" وَ"مَا مَرَرْتُ إِلَّا بِزَيْدٍ" وَالْمُسْتَثْنَى بِغَيْرٍ, وَسِوَى, وَسُوَى, وَسَوَاءٍ, مَجْرُورٌ لَا غَيْرُ وَالْمُسْتَثْنَى بِخَلَا, وَعَدَا, وَحَاشَا, يَجُوزُ نَصْبُهُ وَجَرُّهُ, نَحْوَ "قَامَ اَلْقَوْمُ خَلَا زَيْدًا, وَزَيْدٍ" وَ"عَدَا عَمْرًا وَعَمْرٍو" وَ"حَاشَا بَكْرًا وَبَكْرٍ".





    Bab Penjelasan Istitsna

    Pembagian Huruf Istitsna
    Huruf Istitsna ada delapan, yiatu :

    ..إِلَّا, وَغَيْرُ, وَسِوَى, وَسُوَى, وَسَوَاءٌ, وَخَلَا, وَعَدَا, وَحَاشَا.

    mustatsna atau kalimat yang dikecualikan dengan huruf illaa, dinashabkan apabila kalamnya taam mujab contohnya :

    .قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدًا" وَ"خَرَجَ اَلنَّاسُ إِلَّا عَمْرًا.

    Keterangan :
    Yang dimaksud dengan kalam Mujab adalah kalam yang tidak disertai dengan Laa Nafi, Laa Nahyi, dan Istifham (kata untuk bertanya)

    Apabila kalimatnya manfiy taam, maka boleh menjadikannya sebagai Pengganti (badal) atau Nashab atas istitsna.
    seperti contoh:

    .مَا قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدٌ" وَ"إِلَّا زَيْدًا.

    Apabila Kalimatnya naaqish (Berkurang), maka i’rab Akhir lapazh-nya sesuai dengan amil-amil yang masuk kepada-nya, seperti Contoh :

    "مَا قَامَ إِلَّا زَيْدٌ" وَ"مَا ضَرَبْتُ إِلَّا زَيْدًا" وَ"مَا مَرَرْتُ إِلَّا بِزَيْدٍ
    .

    Penjelasan Mustatsna Dengan Ghair, suwan, siwan sawa
    Adapun Mustatsna dengan lapaz ghair, siwa suan sawa, maka i'rabnya adalah majrur atau kasrah, dan yang lainya tidak.

    Penjelasan Mustatsna dengan Khala, 'adaa, dan Haasya
    adapun Mustatsna dengan Lapaz Ghair, khalaa, ‘adaa, dan haasyaa, maka boleh menashabkan-nya atau menjarkan-nya.
    Seperti Contoh :

    "قَامَ اَلْقَوْمُ خَلَا زَيْدًا وَزَيْدٍ" وَ"عَدَا عَمْرًا وَعَمْرٍو" وَ"حَاشَا بَكْرًا وَبَكْرٍ".



    Daftar Isi Jurumiyyah Online


    Bab Penjelasan Tentang Haal (Jurumiyyah)

    Bab Penjelasan Tentang Hal
    .بَابُ اَلْحَالِ

    َ





    . اَلْحَالُ هُوَ اَلِاسْمُ اَلْمَنْصُوبُ, اَلْمُفَسِّرُ لِمَا اِنْبَهَمَ مِنْ اَلْهَيْئَاتِ, نَحْوَ قَوْلِكَ "جَاءَ زَيْدٌ رَاكِبًا" وَ"رَكِبْتُ اَلْفَرَسَ مُسْرَجًا" وَ"لَقِيتُ عَبْدَ اَللَّهِ رَاكِبًا" وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ وَلَا يَكُونَ اَلْحَالُ إِلَّا نَكِرَةً, وَلَا يَكُونُ إِلَّا بَعْدَ تَمَامِ اَلْكَلَامِ, وَلَا يَكُونُ صَاحِبُهَا إِلَّا مَعْرِفَةً.







     Bab Penjelasan Tentang Haal

    Definisi Dan Pengertian Haal
    Haal adalah isim Manshub yang menjelaskan kalimat yang samar dari bentuknya.

    Contoh-Contoh Haal
    Seperti :



  • .جَاءَ زَيْدٌ رَاكِبًا"(Telah datang zaid dalam keadaan berkendaraan)
  • رَكِبْتُ اَلْفَرَسَ مُسْرَجًا.(Aklu berkendara dengan berpelana)
  • لَقِيتُ عَبْدَ اَللَّهِ رَاكِبًا.(aku Bertemu Abdullah dengan berkendaraan)

  • Dan seumpama contoh contoh tersebut

     Sebuah Ulasan

    Haal itu tidak akan ada kecuali dalam keadaan Nakirah (Isim dengan Makna Umum) dan juga tidak akan terjadi kecuali dengan kaliamat yang sempurna (Taam), dan tidaklah yang menyertai Hal melainkan Isim Ma'rifah.




    Daftar Isi Jurumiyyah Online


    Bab Penjelasan Zharaf Makan Dan Zaman (Jurumiyyah)

    Bab Penjelasan Zharaf Makan Dan Zaman

    .بَابُ ظَرْفِ اَلزَّمَانِ وَظَرْفِ اَلْمَكَانِ




    .ظَرْفُ اَلزَّمَانِ هُوَ اِسْمُ اَلزَّمَانِ اَلْمَنْصُوبُ بِتَقْدِيرِ "فِي" نَحْوَ اَلْيَوْمِ, وَاللَّيْلَةِ, وَغَدْوَةً, وَبُكْرَةً, وَسَحَرًا, وَغَدًا, وَعَتَمَةً, وَصَبَاحًا, وَمَسَاءً, وَأَبَدًا, وَأَمَدًا, وَحِينًا وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ وَظَرْفُ اَلْمَكَانِ هُوَ اِسْمُ اَلْمَكَانِ اَلْمَنْصُوبُ بِتَقْدِيرِ "فِي" نَحْوَ أَمَامَ, وَخَلْفَ, وَقُدَّامَ, وَوَرَاءَ, وَفَوْقَ, وَتَحْتَ, وَعِنْدَ, وَمَعَ, وَإِزَاءَ, وَحِذَاءَ, وَتِلْقَاءَ, وَثَمَّ, وَهُنَا, وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ.







    Bab Dzharaf Zaman (waktu) dan Zharaf Makan (tempat)

    Definisi Dan Pengertian Zharaf Zaman
    zharaf zaman adalah isim Waktu yang Manshub dengan perkiraan makna fi (pada).
    Contoh-Contoh Zharaf Zaman
    Contoh dzharaf zaman :

    .اَلْيَوْمِ, وَاللَّيْلَةِ, وَغَدْوَةً, وَبُكْرَةً, وَسَحَرًا, وَغَدًا, وَعَتَمَةً, وَصَبَاحًا, وَمَسَاءً, وَأَبَدًا, وَأَمَدًا, وَحِينًا.

    Definisi Dan Pengertian Zharaf Makan
    Zharaf makan adalah isim Tempat yang Manshub dengan Perkiraan makna fi (di). Contohnya:

    .أَمَامَ, وَخَلْفَ, وَقُدَّامَ, وَوَرَاءَ, وَفَوْقَ, وَتَحْتَ, وَعِنْدَ, وَمَعَ, وَإِزَاءَ, وَحِذَاءَ, وَتِلْقَاءَ, وَثَمَّ, وَهُنَا.





    Daftar Isi Jurumiyyah Online


    Bab Penjelasan Tentang Mashdar (Jurumiyyah)

    Bab Penjelasan Tentang Mashdar
    .بَابُ اَلْمَصْدَرِ

    َ



    .اَلْمَصْدَرُ هُوَ اَلِاسْمُ اَلْمَنْصُوبُ, اَلَّذِي يَجِيءُ ثَالِثًا فِي تَصْرِيفِ اَلْفِعْلِ, ، نحو ضَرَبَ يَضْرِبُ ضَرْبًا وَهُوَ قِسْمَانِ لَفْظِيٌّ وَمَعْنَوِيٌّ, فَإِنْ وَافَقَ لَفْظُهُ لَفْظَ فِعْلِهِ فَهُوَ لَفْظِيٌّ, نَحْوَ قَتَلْتُهُ قَتْلًا وَإِنْ وَافَقَ مَعْنَى فِعْلِهِ دُونَ لَفْظِهِ فَهُوَ مَعْنَوِيٌّ ، نحو جَلَسْتُ قُعُودًا, ، وقمت وُقُوفًا, ، وما أَشْبَهَ ذَلِكَ.





    Bab Penjelasan Tentang Mashdar

      Definisi Dan pengertian Mashdar

    Mashdar adalah isim Manshub yang datang menempati tempat ketiga dalam urutan tashrif fi’il. Contohnya :
    ضَرَبَ-- يَضْرِبُ--ضَرْبًا.

      Pembagian Mashdar

    Mashdar terbagi menjadi dua bagian :
    • 1. Lafdzhy
    • 2. Ma’nawy
    Apabila lafaz mashdarnya sama dengan lafadzh fi’ilnya, maka ia termasuk mashdar sebangsa lafdzhy. seperti contoh :
    قَتَلْتُهُ قَتْلًا.

      KETERANGAN :

            coba perhatikanlah lapadz قَتْلًا. itu adalah contoh Mashdar Lafdzhy yang lafadznya sama dengan fiil-nya. jika kamu menemukan sepeti contoh diatas maka yang demikian adalah masdar lafdzhy

    Dan Apabila mashdarnya sama dengan makna fi’ilnya bukan dengan lafaz-nya, maka ia adalah mashdar sebangsa ma’nawy. seperti Contoh:
    • جَلَسْتُ قُعُودًا(Aku duduk dengan sebenar-benarnya duduk)
    • وقمت وُقُوفًا'(Aku berdiri dengan sebenar-benarnya berdiri)
      KETERANGAN :

            Dan perhatikanlah contoh diatas جَلَسْتُ قُعُودًا lafadz جَلَسْتُ adalah fiil sedangkan lafadz قُعُودًا adalah Maf'ul yang berbentuk mashdar, kedua makna tersebut memiliki kesamaaan yang artinya "duduk". akan tetapi berbeda pada bentuk lafadznya maka yang demikian itu disebut dengan masdar maknawy





    Daftar Isi Jurumiyyah Online


    Bab penjelasan Tetang Maf'ul Bih (jurumiyyah)

    Bab Penjelasan Tentang Maf'ul Bih
    .بَابُ اَلْمَفْعُولِ بِهِ
    Translated by Aa. Miftah Hudaya
    www.bismillahku.blogspot.com




    . وَهُوَ اَلِاسْمُ اَلْمَنْصُوبُ, اَلَّذِي يَقَعُ بِهِ اَلْفِعْلُ, نَحْوَ ضَرَبْتُ زَيْدًا, وَرَكِبْتُ اَلْفَرَسَ وَهُوَ قِسْمَانِ ظَاهِرٌ, وَمُضْمَرٌ فَالظَّاهِرُ مَا تَقَدَّمَ ذِكْرُهُ وَالْمُضْمَرُ قِسْمَانِ مُتَّصِلٌ, وَمُنْفَصِلٌ فَالْمُتَّصِلُ اِثْنَا عَشَرَ, وَهِيَ ضَرَبَنِي, وَضَرَبَنَا, وَضَرَبَكَ, وَضَرَبَكِ, وَضَرَبَكُمَا, وَضَرَبَكُمْ, وَضَرَبَكُنَّ, وَضَرَبَهُ, وَضَرَبَهَا, وَضَرَبَهُمَا, وَضَرَبَهُمْ, وَضَرَبَهُنَّ وَالْمُنْفَصِلُ اِثْنَا عَشَرَ, وَهِيَ إِيَّايَ, وَإِيَّانَا, وَإِيَّاكَ, وَإِيَّاكِ, وَإِيَّاكُمَا, وَإِيَّاكُمْ, وَإِيَّاكُنَّ, وَإِيَّاهُ, وَإِيَّاهَا, وَإِيَّاهُمَا, وَإِيَّاهُمْ, وَإِيَّاهُنَّ.




    Bab Maf’ul bih

      Definisi Dan Pengertian Maf'ul Bih

    Maf’ul bih adalah isim Manshub (isim yang berharkat fathah) yang datang bersama dengan fiil (kata kerja)
    seperti Contoh :
    • .ضَرَبْتُ زَيْدًا,(Aku telah memukul zaid)
    • وَرَكِبْتُ اَلْفَرَسَ.(Aku telah menunggang kuda)
      Keterangan

             Untuk lebih dalam memahami Maful bih, coba perhatikan contoh diatas : (ضَرَبْتُ زَيْدً). Lapadz (ضَرَبْتُ) sebagai fiil. Sedangkan lapadz (زَيْدً) sebagai Maful bih yang berharkat fathah , karena kaedah maful bih menurut primary ilmu nahwu adalah : "isim Manshub (isim yang berharkat fathah) yang datang bersama dengan fiil (kata kerja). Tepatnya, Maf'ul bih adalah "objek atau sasaran dari kata kerja (fiil) yang berharkat fathah"

      Pembagian Maf'ul Bih

    Maf’ul bih terbagi menjadi dua bagian, yaitu :
    • Maf’ul bih dzhahir (yang nampak)
    • dan Maf’ul bih Mudhmar (yang tersembunyi).
    Penjelasan Maf’ul bih yang dzhahir sebagaimana yang telah dijelaskan (pada bab yang lalu)

      Pembagian Maful Mudhmar

    Adapun Maf’ul bih Mudhmar terbagi menjadi dua bagian:
      1. Muttashil (Menempel)
      Maf’ul bih Mudhmar Muttashil ada dua belas, yaitu :

      ضَرَبَنِي, وَضَرَبَنَا, وَضَرَبَكَ, وَضَرَبَكِ, وَضَرَبَكُمَا, وَضَرَبَكُمْ, وَضَرَبَكُنَّ, وَضَرَبَهُ, وَضَرَبَهَا, وَضَرَبَهُمَا, وَضَرَبَهُمْ, وَضَرَبَهُنَّ

      2. Munfashil (terpisah)
      Maf’ul bih Mudhmar munfashil ada dua belas, yaitu:

      إِيَّايَ, وَإِيَّانَا, وَإِيَّاكَ, وَإِيَّاكِ, وَإِيَّاكُمَا, وَإِيَّاكُمْ, وَإِيَّاكُنَّ, وَإِيَّاهُ, وَإِيَّاهَا, وَإِيَّاهُمَا, وَإِيَّاهُمْ, وَإِيَّاهُنَّ.




    Daftar Isi Jurumiyyah Online


    Bab Penjelasan Tentang Tamyiz

    Bab Penjelasan Tentang Tamyiz
    .بَابُ اَلتَّمْيِيزِ






    .اَلتَّمْيِيزُ هُوَ اَلِاسْمُ اَلْمَنْصُوبُ, اَلْمُفَسِّرُ لِمَا اِنْبَهَمَ مِنْ اَلذَّوَاتِ, نَحْوَ قَوْلِكَ "تَصَبَّبَ زَيْدٌ عَرَقًا", وَ"تَفَقَّأَ بَكْرٌ شَحْمًا" وَ"طَابَ مُحَمَّدٌ نَفْسًا" وَ"اِشْتَرَيْتُ عِشْرِينَ غُلَامًا" وَ"مَلَكْتُ تِسْعِينَ نَعْجَةً" وَ"زَيْدٌ أَكْرَمُمِنْكَ أَبًا" وَ"أَجْمَلُ مِنْكَ وَجْهًا" وَلَا يَكُونُ إِلَّا نَكِرَةً, وَلَا يَكُونُ إِلَّا بَعْدَ تَمَامِ اَلْكَلَامِ.




    Bab Penjelasan Tamyiz

    Definisi dan pengertian
    Tamyiz adalah isim yang dinashabkan yang menjelaskan dzat samar yang ada sebelumnya seperti Contoh ucapanmu :
    • "تَصَبَّبَ زَيْدٌ عَرَقًا",( zaid bercucuran keringatnya)
    • تَفَقَّأَ بَكْرٌ شَحْمًا. (Bakar menurunkan lemak tubuhnya)
    • .َطَابَ مُحَمَّدٌ نَفْسًا"(Muhammad baik orangnya)ِ
    • .شْتَرَيْتُ عِشْرِينَ غُلَامًا.(Aku telah membeli 20 budak)
    • "مَلَكْتُ تِسْعِينَ نَعْجَةً"(aku memiliki 90 ekor kambing)
    • "زَيْدٌ أَكْرَمُ مِنْكَ أَبًا"(ayah zaid lebih mulia darimu)
    • "أَجْمَلُ مِنْكَ وَجْهًا"(ia lebih cantik wajahnya darimu)
    Penjelasan Tambahan





    . وَلَا يَكُونُ إِلَّا نَكِرَةً, وَلَا يَكُونُ إِلَّا بَعْدَ تَمَامِ اَلْكَلَامِ.





    Penjelasan: Tamyiz tidak terjadi kecuali harus dengan isim nakirah dan tidak terjadi pula kecuali dengan kalam yang sempurna


    Daftar Isi Jurumiyyah Online