Terjemah Al-quran Tafsir Hadits Surah ayat Tajwid, Hukum Fikih Mp3 Download Artikel Islam

HUKUM PENULISAN LAFADZ SHOLAT, ZAKAT, DAN HAYAT.

 HUKUM PENULISAN LAFADZ SHOLAT, ZAKAT, DAN HAYAT.
kasyifatu saja [syarah safinah] hal 6

الصلاة والزكاة والحياة إذا لم تضف تكتب بالواو على الأشهر اتباعا للمصحف ، ومن العلماء من يكتبها بالألف أما إذا أضيفت فلا يجوز كتابتها إلا بالألف ، سواء أضيفت إلى ظاهر أو مضمر كما قاله ابن الملقن

[ketahuilah] lafadz sholat, zakat dan  hayat.  Apabila tidak di idhafahkan [disandarkan kepada isim lain] maka ditulisnya dengan wawu,  Ini menurut qoul yang masyhur,  alasannya,  itiba'  kepada mashhaf alquran ,  atau mengikuti tulisan mashaf, namun sebagian ulama ada yang tetap menulis nya dengan alif. [ keterangan :"  selama lafadz lafadz tersebut tidak di idhofatkan maka para ulama membolehkan membaca dengan wawu dan alif]

Namun sebaliknya,  bila lafadz lafadz tersebut di idhofatkan dengan isim yang lain []  maka ahli nawhu sepakat, penulisannya  tidak boleh  kecuali dengan alif. sama halnya, bila di idofatkan dengan isim dzohir dan mudhmar. []  (*) Sebagaimana yang dikatakan oleh ibnu mulaqqin

 kasyifatu saja [syarah safinah] hal 6 

keterangan :  Ibnu Al mulaqqin adalah  Al-Imam Sirajuddin Abu Hafs Umar bin Ali bin Ahmad bin Muhammad bin Abdullah Al-Anshari Al-Wadi Asyi Al-Andalusi At-Tukuruwi Al-Mishri Asy-Syafi`i [bahasa Arab:] الإمام سراج الدين أبو حفص عمر بن علي بن أحمد بن محمد بن عبدالله الأنصاري الوادي آشي الأندلسي التكروروي المصري الشافعي) atau lebih dikenal dengan Ibnu Al-Mulaqqin atau Ibnu An-Nahwi, karena ayahnya adalah seorang Ahli Nahwu, dikenal sebagai salah satu ulama besar dalam bidang hadits, sejarah dan fikih..
Allahu a'lam bisawab. 

Tafsir Surat As Syura Ayat 14

Tafsir surat Asyura Ayat 14 

وَما تَفَرَّقوا إِلّا مِن بَعدِ ما جاءَهُمُ العِلمُ بَغيًا بَينَهُم ۚ وَلَولا كَلِمَةٌ سَبَقَت مِن رَبِّكَ إِلىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى لَقُضِىَ بَينَهُم ۚ وَإِنَّ الَّذينَ أورِثُوا الكِتٰبَ مِن بَعدِهِم لَفى شَكٍّ مِنهُ مُريبٍ

Artinya : "Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena timbul kedengkian di antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu. (14)

TAFSIR QURTUBY

وما تفرق الذين أوتوا الكتاب إلا من بعد ما جاءتهم البينة [البينة : 4]. فالمشركون قالوا : لم خُص بالنبوة! واليهود حسدوه لما بعث؛ وكذا النصارى. بغيهم بينهم  أي بغيا من بعضهم على بعض طلبا للرياسة، فليس تفرقهم لقصوره في البيان والحجج، ولكن للبغي والظلم والاشتغال بالدنيا. ولولا كلمة سبقت من ربك في تأخير العقاب عن هؤلاء. إلى أجل مسمى قيل : القيامة؛ لقوله تعالى: بل الساعة موعدهم [القمر : 46

ORANG YAHUDI DAN NASRANI TIDAK MENYUKAI KENABIAN

Allah berfirman : “Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, Imam Al Qurtuby menafsirkan, “Ilmu pengetahuan yakni penjelasan. Lalu orang orang musyrik berkata :” Tidak akan pernah dianugrahkan kenabian, niscaya orang yahudi menghasudnya ketika nabi itu diutus, begitupun orang orang nashrani.

SUMBER PERPECAHAN ORANG AHLI KITAB
Kedengkian, kedzoliman dan kesibukan duniawi diantara mereka

Kedengkian diantara mereka adalah kedengkian yg bersumber dari sebagian mereka terhadap sebagian yang lain, itu terjadi karena perebutan kemimpinan. Sederet perpecahan mereka bukan karena restriksi dalam penjelasan maupun hujjah hujah, namun karena kedengkian, kedzoliman dan kesibukan mereka terhadap duniawi. Allah berfirman : “Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Yang menjadi alasannya, firman Allah dalam surat Al qomar  : “Bahkan hari kiamat adalah tempat mereka [Al qomar 46]

. وقيل : إلى الأجل الذي قضي فيه بعذابهم. لقضي بينهم أي بين من آمن وبين من كفر بنزول العذاب. وإن الذين أورثوا الكتاب يريد اليهود والنصارى. من بعدهم أي من بعد المختلفين في الحق. لفي شك منه مريب من الذي أوصى به الأنبياء. والكتاب هنا التوراة والإنجيل

sebagian ulama mentafsirkan lafadz (إِلىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى لَقُضِىَ بَينَهُم ) [ila ajalin musamma] yakni, “Sampai ajal ditetapkan yg didalamnya terdapat adzab, niscaya keadilan diantara mereka akan diputuskan antara orang yg beriman dan yang kufur terhadap turunnya adzab.

Imam Al qurtuby menafsirkan, “Dan orang orang di wariskan kitab adalah orang yahudi dan nasrani sebelum mereka yg berselisih paham pada kebenaran, niscaya mereka dalam keraguan yg membingungkan yg bersumber dari apa telah diwasiatkan para nabi terahulu. Imam Al qurtubi menuturkan : Kitab ini adalah taurat dan injil.

وقيل: إن الذين أورثوا الكتاب قريش. من بعدهم من بعد اليهود النصارى. لفي شك من القرآن أو من محمد. وقال مجاهد : معنى من بعدهم من قبلهم؛ يعني من قبل مشركي مكة، وهم اليهود والنصارى

Sebagian ulama menafsirkan : “yg dimaksudkan dengan orang orang yg di wariskan kitab adalah orang Qurasy sesudah mereka, dan sesudah orang yahudi dan nasrani, niscaya mereka akan tetap dalam keraguan terhadap al quran atau kenabian Muhammad SAW .

Imam Mujahid mengatakan : makna lafadz (من بعدهم) [min ba’dihim] adalah (من قبلهم) sebelum mereka, yakni, “Sebelum orang-orang musyrik mekkah, mereka adalah yahudi dan nasrani [Tafsir Al qurtuby surah assyura ayat 14]

TAFSIR IBNU KATSIR .

 { وَمَا تَفَرَّقُوۤاْ إِلاَّ مِن بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ } أي: إنما كان مخالفتهم للحق بعد بلوغه إليهم، وقيام الحجة عليهم، وما حملهم على ذلك إلا البغي والعناد والمشقة. ثم قال عز وجل: { وَلَوْلاَ كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى } أي: لولا الكلمة السابقة من الله تعالى بإنظار العباد بإقامة حسابهم إلى يوم المعاد، لعجل عليهم العقوبة في الدنيا سريعاً. وقوله جلت عظمته: { وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُورِثُواْ ٱلْكِتَـٰبَ مِن بَعْدِهِمْ } يعني: الجيل المتأخر بعد القرن الأول المكذب للحق { لَفِى شَكٍّ مِّنْهُ مُرِيبٍ } أي: ليسوا على يقين من أمرهم وإيمانهم، وإنما هم مقلدون لآبائهم وأسلافهم بلا دليل ولا برهان، وهم في حيرة من أمرهم وشك مريب وشقاق بعيد.

Allah berfirman : [Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan,] 

Imam Ibnu Katsir menuturkan :”Sesungguhnya selisih-paham mereka, disebabkan bukan memperdebatkan kebenaran setelah tiba kebenaran itu kepada mereka, dan statement hujah atas mereka. Tidaklah, apa yg diperbuat mereka melainkan kedengkian, penentangan dan ketidaksukaan mereka. [_pen] .

Allah SWT berfiman: “Kalau tidak karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan.” Ibnu katsir menafsirkan : “Jika tidak ada kalimat Allah SWT terdahulu dengan pertimbangan seorang hamba melalui penetapan hisab sampai hari kiamat , niscaya sudah dipercepat siksaan mereka didunia dengan secepat cepatnya, dan firman Allah amat jelas keagungannya.

Allah SWT berfirman : Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka.  Yakni Ibnu Katsir menafsirkan : "Generasi yg terakhir sesudah priode pertama yg mendustai kebenaran. Allah berfirman : “-Mereka benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu _[al Ayat]. Yakni, mereka tidak yakin pada urusan dan keimanan mereka sendiri, sesungguhnya mereka malah mengikuti bapak bapak dan pendahulu mereka tanpa argumen dan fakta aktual, dan mereka berada dalam keraguan urusan mereka sediri [Tafsir Ibnu katsir ayat 14 surah Assyura]

TAFSIR AL THOBARI

الْقَوْل فِي تَأْوِيل قَوْله تَعَالَى :  وَمَا تَفَرَّقُوا إِلَّا مِنْ بَعْد مَا جَاءَهُمُ الْعِلْم بَغْيًا بَيْنهمْ  يَقُول تَعَالَى ذِكْره : وَمَا تَفَرَّقَ الْمُشْرِكُونَ بِاللَّهِ فِي أَدْيَانهمْ فَصَارُوا أَحْزَابًا , إِلَّا مِنْ بَعْد مَا جَاءَهُمُ الْعِلْم , بِأَنَّ الَّذِي أَمَرَهُمْ اللَّه بِهِ , وَبَعَثَ بِهِ نُوحًا , هُوَ إِقَامَة الدِّين الْحَقّ , وَأَنْ لَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ. 

Argumen dalam ta’wil fiman Allah SWT : :” [Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan,]. Tiadalah orang orang musyrik kepada allah SWT berpecah belah dalam agama mereka sehingga menjadi sekte, melainkan sesudah datang kebenaran, dimana Allah memerintahkan kepadanya dan mengutus nuh sebagai nabi, adalah pendirian agama yg hak, dan jangalah kalian berpecah belah didalamnya

حَدَّثَنَا ابْن عَبْد الْأَعْلَى , قَالَ : ثنا ابْن ثَوْر , عَنْ مَعْمَر , عَنْ قَتَادَة  وَمَا تَفَرَّقُوا إِلَّا مِنْ بَعْد مَا جَاءَهُمُ الْعِلْم  فَقَالَ : إِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَة فَإِنَّهَا هَلَكَة  بَغْيًا بَيْنهمْ  يَقُول : بَغْيًا مِنْ بَعْضكُمْ عَلَى بَعْض وَحَسَدًا وَعَدَاوَة عَلَى طَلَب الدُّنْيَا . يَقُول جَلَّ ثَنَاؤُهُ : وَلَوْلَا قَوْل سَبَقَ يَا مُحَمَّد مِنْ رَبّك لَا يُعَاجِلهُمْ بِالْعَذَابِ , وَلَكِنَّهُ أَخَّرَ ذَلِكَ إِلَى أَجَل مُسَمًّى , وَذَلِكَ الْأَجَل الْمُسَمَّى فِيمَا ذُكِرَ : يَوْم الْقِيَامَة . ذِكْر مَنْ قَالَ ذَلِكَ : 

PENYEBEB PERPECAHAN AHLI KITAB
Kesukaan Membuat Sekte, Organisasi Dalam Keagamaan

Menceritakan kepada kami Ibnu Abdul a’la, beliau berkata : 'Menceritakan kepada kami Ibnu Tsaur dari Umar dari Qotadah :” [Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan_pen]  Berkata Imam Qotadah : “Jauhilah oleh kalian firqoh [sekte, kelompok, organisasi dalam agama] karena sesungguhnya sekte dalam agama adalah sebuah kehancuran, sering kali menjadi penyebab kedengkian diantara mereka atas sebagian yg lain dan menjadi sarana saling hasud, bahkan pencipta permusuhan karena didasari pada destinasi duniawi.  [Analoginya : “Organisasi dalam islam seringkali membuat perpecahan umat islam] .Allahu a’lam bishawab

Allah berfirman :” Jika tidak ada kalimat terdahulu “ya Muhammad dari tuhanmu, Tuhanmu tidak mempercepat adzab kepada mereka, tetapi menundanya sampai ajal yg telah ditentukan. Yaitu hari kiamat.

حَدَّثَنَا مُحَمَّد , قَالَ : ثنا أَحْمَد , قَالَ : ثنا أَسْبَاط , عَنِ السُّدِّيّ  وَلَوْلَا كَلِمَة سَبَقَتْ مِنْ رَبّك إِلَى أَجَل مُسَمًّى  قَالَ : يَوْم الْقِيَامَة . وَقَوْله :  لَقُضِيَ بَيْنهمْ  يَقُول : لَفَرَغَ رَبّك مِنَ الْحُكْم بَيْن هَؤُلَاءِ الْمُخْتَلِفِينَ فِي الْحَقّ الَّذِي بَعَثَ بِهِ نَبِيّه نُوحًا مِنْ بَعْد عِلْمهمْ بِهِ , بِإِهْلَاكِهِ أَهْل الْبَاطِل مِنْهُمْ , وَإِظْهَاره أَهْل الْحَقّ عَلَيْهِمْ . وَقَوْله :  وَإِنَّ الَّذِينَ أُورِثُوا الْكِتَاب مِنْ بَعْدهمْ  يَقُول : وَإِنَّ الَّذِينَ أَتَاهُمْ اللَّه مِنْ بَعْد هَؤُلَاءِ الْمُخْتَلِفِينَ فِي الْحَقّ كِتَابه التَّوْرَاة وَالْإِنْجِيل . وَبِنَحْوِ الَّذِي قُلْنَا فِي مَعْنَى قَوْله :  وَإِنَّ الَّذِينَ أُورِثُوا الْكِتَاب مِنْ بَعْدهمْ قَالَ أَهْل التَّأْوِيل . ذِكْر مَنْ قَالَ ذَلِكَ : 

Menceritakan kepada kami, Muhammad , beliau berkata, menceritakan kepada kami ahmad dan beliau berkata telah menceritakan kepada kami, kabilah,  dari Imam saddi, tentang ayat 14 surat assyura. “Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, . Beliau menafsirkan (إِلَى أَجَل مُسَمًّى) yakni hari qiamat , lafadz “( لَقُضِيَ بَيْنهمْ ) laqudlia bainahum beliau tafsirkan :"Tuhanmu akan menyelesaikan keputusan hukum di antara mereka yang berselisih paham pada kebenaran, dimana nabi nuh penah diutus bersamanya sebelum datang pengetahuan yg tersulam kebenaran. Karena penyebab kehancurannya adalah orang yg batil diantara mereka, dan yg membawa kemenangannya adalah ahli kebenaran diantara mereka.  Firman Allah : “Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka.  Beliau (Imam saddi) menafsirkan :” Sesunguhnya orang-orang yg Allah datangkan taurat dan injil kepada mereka, setelah mereka berselisih-paham pada kebenaran.

Seperti yg telah kami katakan pada makna firman Allah , ( وَإِنَّ الَّذِينَ أُورِثُوا الْكِتَاب مِنْ بَعْدهمْ) Innalladzina uristu_pen “ Berkata ahli ta’wil, itu sebagai pengingat orang yang berkata demikian.

حَدَّثَنَا مُحَمَّد , قَالَ : ثنا أَحْمَد , قَالَ : ثنا أَسْبَاط , عَنْ السُّدِّيّ , قَوْله :  وَإِنَّ الَّذِينَ أُورِثُوا الْكِتَاب مِنْ بَعْدهمْ  قَالَ : الْيَهُود وَالنَّصَارَى . يَقُول : لَفِي شَكّ مِنْ الدِّين الَّذِي وَصَّى اللَّه بِهِ نُوحًا , وَأَوْحَاهُ إِلَيْك يَا مُحَمَّد , وَأَمَرَكُمَا بِإِقَامَتِهِ مُرِيب

Menceritakan kepada kami muhammad dan beliau berkata, menceritakan kepada kami kabilah, dari Imam Saddi. Firman Allah "Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka.  Imam As-saddi menafsirkan : “Mereka adalah orang yahudi dan orang nasrani. beliau menambahkan : “Dalam keraguan terhadap agama dimana Allah mewasiatkan kepada nuh As dan mewahyukan kepadanya, “Wahai muhammad, dan memerintahkan kalian bedua untuk menegakkan syariat agama yg selama ini diragukan.

Kesimpulan :
  1. Ayat ini menjelaskan tentang perpecahan ahli kitab yahudi dan nasrani
  2. kehacuran mereka bukan karena selisih paham terhadap kebenaran agama Allah, namun karena merebak kedengkian diantara mereka yg gemar mencari populeritas kepemimpinan.
  3. Mereka suka membuat sekte atau organisasi keagamaan, yg membuat kehancuran dan perpecahan mereka.
  4. Sederet perpecahan mereka bukan karena restriksi dalam penjelasan maupun hujjah hujah, namun karena kedengkian, kedzoliman dan kegemaran mereka terhadap duniawi.
  5. Kita dapat mengambil hikmah dari perpecahan umat terdahulu, dengan meng-analogi dalam agama kita, agar lebih mendahulukan persatuan islam dari pada kepentingan organisasi.




Peristiwa Yang Terjadi Bila Muharam diawali Hari Rabu

Dihimpun oleh Aa.Miftah Hudaya, Hasil istikharah syekh abu ma’syar al-falaky  dalam kitab falaknya hal 3, menggambarkan peristiwa yg terjadi sepanjang tahun, bila awal tahun di mulai hari rabu.

APA SAJAKAH ITU ??

Inilah Istikharah Abu Ma’syar al falaky :

وإن كان أولها يوم الاربعاء كان عطارد يملكها فهذا يدل علي العدل من الملوك والقضاة ويكون النيل متوسطا سريع النقصان وتظهر البدائع الغرائب من الصناعات والآلات ويتحابب الناس خصوصا اهل الامصار ويموت كثيرمن الكبار الكهول يظهر بها نجم يدل علي الشرّ، ويعتدل الزمان في الشتاء والصيف وتعلو فيها مراتب العجم، وربّما قلت الأنهار والله اعلم

Abu Ma’syar Alfalaky menuturkan : Apabila awal bulan muharram terjadi pada hari rabu, maka bintang ‘athorid [merkuri, merkurius] menguasainya. [otoritas malaikat mikail, dan jin barqan ].
Ini menunjukan keadilan raja raja [para pemimpin] dan para penegak hukum. Muncul para pembuat karya asing berupa produk dan peralatan,  manusia saling mencintai khususnya warga [arab],  dan banyak dari para pembesar setengah tua [berumur 50 keatas] meninggal dunia, muncul bintang yg menunjukan keburukan, masa seimbang pada saat musim dingin dan panas. Meningkat martabat orang asing [no-arab]. Dan kadang menjadi sedikitnya sungai sungai.

RANGKUMAN ISTIKHARAH ABU MA’SYAR AL-FALAKY:
Muharram Diawali Hari Rabu
  1. Bintang athorid [Merkuri] dalam otoritas malaikat mikail dan jin barqan, 
  2. Banyak keadilan para pemimpin dan penegak hukum.
  3. Bermunculan Penciptaan karya asing berupa hasil produk dan beragam peralatan.
  4. Manusia saling mencintai. 
  5. Para pembesar setengah baya [Usia 50 tahun keatas] banyak yg meninggal dunia.
  6. Muncul bintang yg menujukan keburukan [kejelekan]
  7. Antara musim dingin dan panas seimbang.
  8. Meningkat martabat [kedudukan] orang asing
  9. Terkadang sungai sungai menjadi sedikit.
Kesimpulan :
  • Dengan mengetahui gambaran peristiwa, maka isilah dengan dzikir, ibadah dan perbanyak berdoa.
  • Istikharah [syeikh abu ma’syar] bukan utk di yakini, namun untuk membuktian keakuratan mikroskop-istikharah yg ada dalam islam, bahwa bisa saja yg tak terlihat, bisa terlihat. 
  • Waspadai prediksi [firasat] orang yg beriman, karena mereka melihat dgn cahaya Allah.
  • Tidak lain, untuk mempertebal keimanan terhadap adanya Qodar baik dan Qodar buruk yg Allah tetapkan, baik takdir mubram maupun muallaq.
Catatan kaki :Merkurius adalah planet terkecil di dalam tata surya dan juga yang terdekat dengan Matahari dengan kala revolusi 88 hari dan kala rotasi 59 hari. Kecerahan planet ini berkisar di antara -2 sampai 5,5 dalam magnitudo tampak namun tidak mudah terlihat karena sudut pandangnya dengan Matahari kecil (dengan rentangan paling jauh sebesar 28,3 derajat. Merkurius hanya bisa terlihat pada saat subuh atau maghrib. Tidak begitu banyak yang diketahui tentang Merkurius karena hanya satu pesawat antariksa yang pernah mendekatinya yaitu Mariner 10 pada tahun 1974 sampai 1975. Mariner 10 hanya berhasil memetakan sekitar 40 sampai 45 persen dari permukaan planet

Wa Allahu a’lam bishowab.


Tata Cara Sholat Istisqo

SHOLAT ISTISQA

غاية تلخيص المراد بهامش بغية المسترشدي
ـ (مسألة) المنقول لأصحابنا في ندب القنوت في غير الصبح من المكتوبات ثلاثة أقوال: القنوت مطلقاً عكسه الثالث الأظهر أنه يقنت للنازلة كالوباء والقحط والعدو والجراد وقلة المطر بحيث لا تزول الحاجة بما حصل منه إذ يستحب صلاة الإستسقاء لإنقطاع المطر أو قلته بحيث لم تحصل به الكفاية أو تحصل وكان في الزيادة نفع واذا كان هذا في الصلاة وهي يحتاط لها أكثر فأولى استحباب القنوت لذالك في المكتوبات

WAKTU DISUNAHKAN SHOLAT ISTISQA

إذ يستحب صلاة الإستسقاء لإنقطاع المطر أو قلته بحيث لم تحصل به الكفاية أو تحصل وكان في الزيادة (غاية تلخيص المراد بهامش بغية المسترشدين) نفع  

Faktor disunahkan sholat istisqo' karena tidak ada-Nya hujan,  atau sedikitnya kadar hujan,  sekiranya tidak mencukupi kebutuhan, atau mencukupi tapi ada manfaat lain ketika datang curah hujan lebih banyak. (ghayatul takhlis Al Murad, Hamisy Ghayatul-Murtasyidin).

MANDI SUNNAH SAAT RITUAL SHOLAT ISTISQA

باب الغسل المسنون وهو اثنا عشر غسلا: غسل الجمعة وغسل العيدين وغسل الكسوفين وغسل الاستسقاء والغسل من غسل الميت وغسل الكافر اذا أسلم وغسل المجنون اذا أفاق والغسل للإحرام والغسل لدخول مكة والغسل للوقوف بعرفة والغسل للرمي والغسل للطواف (الكتاب: التنبية في الفقه الشافعي المؤلف: أبو اسحاق إبراهيم بن علي بن يوسف الشيرازي المتوفى: 476هـ)

Sunah mandi Ada 12 :


  • Mandi akan sholat Jum 'ah
  • Mandi akan sholat idul fitri dan idul adlha
  • Mandi akan sholat gerhana matahari dan gerhana bulan
  • Mandi akan sholat istisqo'
  • Mandi dari memandikan mayyit
  • Mandinya orang kafir setelah ia masuk islam
  • Mandinya orang gila setelah ia baru sembuh dari gilanya
  • Mandi akan ihrom
  • Mandi kerana masuk kota Makkah
  • Mandi karena wuquf di 'Arofah
  • Mandi karena melempar Jumroh 12. Mandi karena Thowaf
  • Keterangan :  Dalam kitab Kifayatul ahyar hal 42-46 tentang mandi sunah Sunah Mandi ada 17


    HUKUM MEMBALIKAN TELAPAK TANGAN KETIKA DOA TOLAK BALA

    وَالسُّنَّةُ أَنْ يُشِيرَ بِظَهْرِ كَفَّيْهِ إلَى السَّمَاءِ في كل دُعَاءٍ لِرَفْعِ بَلَاءٍ وَبِبَطْنِهِمَا إنْ سَأَلَ شيئا أَيْ تَحْصِيلَهُ لِأَنَّهُ صلى اللَّهُ عليه وسلم اسْتَسْقَى وَأَشَارَ بِظَهْرِ كَفَّيْهِ إلَى السَّمَاءِ رَوَاهُ مُسْلِمٌ وَقِيسَ بِالِاسْتِسْقَاءِ ما في مَعْنَاهُ

    “Yang disunahkan menjadikan punggung kedua telapak tangannya kelangit dalam setiap doa yang mengandung ‘menghilangkan musibah’ dan sunah menjadikan perut kedua telapak tangan saat berdoa ‘mendapatkan sesuatu’ “karena rosulullah Shollallaahu alai wa sallaama memohon siraman (saat sholat istisqo) dan menjadikan punggung kedua telapak tangannya kelangit” (HR Muslim) dan dianalogikan terhadap sholat istisqo setiap doa yang mengandung ‘menghilangkan musibah’’.
    Asnaa Almathoolib I/293

    KISAH MENARIK TENTANG ISTISQA (MEMINTA HUJAN)

    Kisah, di kitab As Showaiqul Muchriqoh karangan Imam Ibnu Hajar Al Haitami. Kisah tentang Hasan Al 'Asykari :

    وَلما حبس قحط النَّاس بسر من رأى قحطا شَدِيدا فَأمر الْخَلِيفَة الْمُعْتَمد ابْن المتَوَكل بِالْخرُوجِ للاستسقاء ثَلَاثَة أَيَّام فَلم يسقوا فَخرج النَّصَارَى وَمَعَهُمْ رَاهِب كلما مد يَده إِلَى السَّمَاء هطلت ثمَّ فِي الْيَوْم الثَّانِي كَذَلِك فَشك بعض الجهلة وارتد بَعضهم فشق ذَلِك على الْخَلِيفَة فَأمر بإحضار الْحسن الْخَالِص وَقَالَ لَهُ أدْرك أمة جدك رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم قبل أَن يهْلكُوا فَقَالَ الْحسن يخرجُون غَدا وَأَنا أزيل الشَّك إِن شَاءَ الله وكلم الْخَلِيفَة فِي إِطْلَاق أَصْحَابه من السجْن فَأَطْلَقَهُمْ فَلَمَّا خرج النَّاس للاستسقاء وَرفع الراهب يَده مَعَ النَّصَارَى غيمت السَّمَاء فَأمر الْحسن بِالْقَبْضِ على يَده فَإِذا فِيهَا عظم آدَمِيّ فَأَخذه من يَده وَقَالَ استسق فَرفع يَده فَزَالَ الْغَيْم وطلعت الشَّمْس فَعجب النَّاس من ذَلِك فَقَالَ الْخَلِيفَة لِلْحسنِ مَا هَذَا يَا أَبَا مُحَمَّد فَقَالَ هَذَا عظم نَبِي ظفر بِهِ هَذَا الراهب من بعض الْقُبُور وَمَا كشف من عظم نَبِي تَحت السَّمَاء إِلَّا هطلت بالمطر فامتحنوا ذَلِكالْعظم فَكَانَ كَمَا قَالَ وزالت الشُّبْهَة عَن النَّاسوَرجع الْحسن إِلَى دَاره
     الصواعق المحرقة ابن حجر الهيتمي

    Ketika Imam Hasan Al Asykari di penjara terjadilah musim paceklik yang parah dan hujan nggak turun turun, kemudian Kholifah Al Mu'tamid bin Mutawakkil memerintahkan orang orang utk keluar dan sholat istisqo' selama 3 hari, namun ternyata tidak ada hasilnya. kemudian orang2 nasrani keluar bersama pendetanya, ketika sang pendeta mengulurkan tangannya ke langit tiba tiba hujan turun dengan lebatnya, kemudia di hari yg kedua juga begitu. sebagian orang orang yg bodoh menjadi ragu ragu bahkan sebagian lagi pada murtad, hal ini membuat resah sang kholifah islam.

    Kemudian kholifah meminta agar Hasan di datangkan kepadanya, kholifah berkata kepada Hasan" temuilah ummatnya kakekmu Muhammad shollallohu alaihi wasallam sebelum mereka binasa" Hasan berkata " suruh orang orang pada keluar besok, aku akan menghilangkan keraguan mereka."Hasan juga berbicara kepada kholifah agar melepaskan teman2nya dari penjara, dan kholifahpun melepaskan mereka. Ketika orang orang telah keluar untuk istisqo' dan sang rahib mengangkat tangannya bersama orang orang nasroni tiba tiba langitnya mendung dan Hasan pun memerintahkan agar memegang tangannya rahib, ternyata di tangan rahib terdapat tulang manusia, dan diambillah tulang tersebut dari tangannya.

    Hasan berkata kepada rahib " mintalah hujan sekarang " kemudian rahib mengangkat tanganya maka hilanglah mendung tersebut dan muncullah matahari. orang2 menjadi heran dengan kejadian tersebut . kholifah berkata kepada Hasan :" apa ini wahai hasan" Hasan berkata " ini adalah tulangnya Nabi , pendeta ini mendapatkannya dari sebagian kuburan, dan tidaklah dibuka dari tulangnya seorang Nabi di bawah langit, kecuali langit akan mencurahkan hujan dengan lebatnya." Kemudian orang orang mencoba tulang tersebut dan terjadilah seperti apa yang di katakan oleh Al Hasan dan hilanglah keraguan dari mereka , akhirnya Al Hasan pun kembali kerumahnya.

    Waallahu a'lam bishawab


    Macam - Macam Murtad - Kitab Sulam Taufiq

    KEWAJIBAN MENJAGA AGAMA (Sulam Taufiq)

    (فصل) يجب على كل مسلم حفظ اسلامه وصونه عما يفسده ويبطله ويقطعه وهو آلردة والعياذ بالله تعلى 
    Setiap orang islam wajib memelihara dan menjaga keislamannya agar jangan sampai ada sesuatu yg merusak,membatalkan dan memutus islamnya,sebab semua itu adalah murtad, semoga kita dilindungi oleh Alloh dari perbuatan murtad.

    وقد كثر في هذاالزمان التساهل فى الكلام حتى انه يخرج من بعضهم الفاظ تخرجهم عن السلام ولا يرون ذلك ذنبا فضلا عن كونه كفرا  


    Pada zaman ini banyak orang yg sembrono dalama berkata2. Segingga yg diucapkan sungguh sungguh mengeluarkan dirinya dari agama islam,sementara dia sama sekali tidak pernah menganggap bahwa yg diucapkan itu dosa, apalagi dianggap kufur malah tak mungkin

    والردة ثلاثة اقسام اعتقادات وافعال واقوال

    Perbutan murtad terbagi menjadi tiga hal.
    1. MURTAD I'TIQOD (keyakinan dalam hati)
    2.MURTAD FI'LIYAH (perbuatan)
    3.MURTAD QOULIYAH (ucapan)
    Masing2 bagian bercabang amat banyak

    وكل قسم يتشعب شعبا كثيرة فمن الأول الشك في الله او في رسوله اوالقران او اليوم الاخر او الجنة او النار اوالثواب اوالعقاب اونحو ذلك مما هو مجمع عليه

    Pertama, Murtad  I'tiqodi
    Murtad karena Kenyakinan
    Setiap pembagian Sifat murtad bercabang cabang dgn cabang yg banyak. Sebagian dari murtad I'TIQOD yaitu: 
    • Meragukan adanya Allah, 
    • Meragukan utusan Allah, 
    • Meragukan kebenaran Alqur'an, 
    • Meragukan hari kiyamat, Meragukan
    • Meragukan adanya surga dan neraka, Meragukan
    • Meragukan adanya pahala, 
    • Meragukan siksaan Allah 
    • Meragukan hukum yg disepakati para ulama mujtahid.
     اوعتقد فقدصفة من صفات الله تعلى الوجبة له اجماعا كالعلم او نسب له صفة يجب تنجيهه عنها اجماعا كالجسم اوحلل محرما با لاجماع معلوما من الدين با لضرورة مما لا يخفى عليه كزنا ولواط والقتل والسرقة والغصب او حرم حلال كذلك كالبيع والنكاح

    • Berkeyakinan tidak ada sifat wajib bagi Alloh yg telah disepakati ulama mujtahid, Serperti 'ilmu', Menisbatkan Alloh dgn sifat yang seharusnya wajib mensucikanya secara ijma' ulama seperti mengatakan Allah berjasad
    • Menghalalkan perkara haram yg di sepakati Ulama Mujtahid sdh di ketauhui secara agama. Seperti : zina, liwath (homosex), Pembantaian, Pencuarian, Merampok, 
    • Mengharamkan yang halal seperti jual beli dan nikah
     اونفى وجوب مجمع عليه كذلك كالصلوات الخمس اوسجدا منها والزكاة والصوم والحج والوضوء او اوجب مالم يجب اجماعا كذلك او نفى مشروعية مجمع عليه كذلك كارواتب او عزم على الكفر في المستقبل او على فعل شيء  في الحال مما ذكر او تردد فيه لا وسواسه او انكر صحبة سيدنا ابي بكر رضي الله عنه اورسالة واحد من الرسل مجمع على رسالته او جحد حرفا مجمعا عليه من القران او زاد حرفا فيه مجمعا على نفيه معتقدا انه منه او كذب رسولا او نقصه او صغر اسمه بقصد تحقيره او جوز نبوة احد بعد نبينا محمد صلى الله عليه وسلم

    • Meniadakan kewajiban yg  telah disepakati ulama, seperti sholat lima waktu, atau menghilangkan satu sujud dari Sholat, Meniadakan kewajiban Zakat, Puasa, Haji, Wudlu.
    • Mewajibkan apa yg tidak wajib secara ijma' ulama
    • Meniadakan ibadah yg di syareatkan agama,' seperti sholat sunah rowatib (qobliyah-ba'diyah)
    • Berencana kufur (Murtad ) akan masa datang.
    • Berencana mengerjakan sesuatu pada keadaan dari apa yg telah disebutkan
    • Bimbang dalam agama, Bukan karena waswas. 
    • Mengingkari sahabat-sahabat nabi kita seperti abu Bakar, Umar ,Utsman, Ali.
    • Mengingkari kerasulan salah satu rosul Allah menurut Ijma' ulama.
    • Mengingkari satu huruf dari Alqur'an yang telah disepakati ulama
    • Menambahkan satu huruf yg tidak dalam Alquran menurut Ijma' ulama sedangkan dia meyakini itu salah satu huruf Alquran.
    • Mendustakan dan meremehkan serta men-tashgir nama rasul dgn tujuan menghina, 
    • Menyangka ada nabi sesudah nabi muhammad SAW.
    والقسم الثاني الافعال كسجود لصنم او شمس او مخلوق اخر

    Kedua, Murtad Fi'liyah yaitu seperti :
    Murtad Karena Perbuatan
    • Menyembah berhala, 
    • Menyembah matahari, 
    • Menyembah mahluk lainnya
    والقسم الثالث الاقوال وهي كثيرة جدا لا تنحصر منها ان يقول لمسلم ياكافر او يا يهودي او يانصراني او ياعديم الدين مريدا ان الذي عليه المخطب من الدين كفر او يهودية او نصرانية او ليس بدين وكالسرية باسم من السمائه تعلى اووعده اووعيده ممن لا يخفى عليه نسبة ذلك اليه سبحانه وتعلى وكان يقول لو امراني الله بكذا لم افعله اولوصارت القبلة في جهة كذا ما صليت او لو اعطاني الله الجنة مادخلتها مستخفا


    Ketiga, Murtad Qouliyah.
    Murtad karena ucapan
    Ini sangat banyak sehingga tdk terhitung jumlahnya, Diantaanya:  
    • Memanggil Seorang Muslim dengan kata-kata : "Hai orang kafir !!, "Hai orang yahudi !! , "Hai orang nasrani !!   Hai orang tak beragama !! dengan tujuan tersebut. 
    • Menghina salah satu nama dari nama2 Alloh.
    • Menghina janji dan ancaman Alloh atau Apa yang di-hubungkan kepada-Nya.
    • Berkata : "Andaikan Alloh memerintahkan-ku, maka aku tidak akan mengerjakan-Nya.
    • Berkata :  "Jika arah kiblat dipindah kearah yg lain, maka Aku tidak mau shalat.
    • Berkata  : "Seandainya aku diberi syurga oleh Alloh, maka saya tak mau memasukinya,Semua diucapkan dengan tujuan merendahkan (مستخفا)
     او مظهرا للعناد في الكل وكأن يقول لو آخذ ني الله بترك الصلاة مع ما انا فيه من المرض ظلمني او قال لفعل حدث هذا بغير تقدير الله او ولو شهد عندي الانبياء او الملائكة او جميع المسلمين بكذا ما قبلتهم او قال لا افعل كذا وان كان سنة بقصد الاستهزاء او ولو كان فلان نبيا ما امنت به او اعطاه عالم فتوى فقال : ايش هذا االشرع مريدا الاستخفاف 

    Menampakan kedurhakaan secara keseluruhan. Seperti :
    • Berkata : "Jika Alloh menyiksa-ku karena meninggalkan sholat , padahal aku sedang sakit berarti Alloh menzholimi -ku.
    • Berkata ketika ada sesuatu peristiwa : "Ini bukan takdir Alloh".
    • Berkata : "Andai yg menjadi saksi  itu para nabi, para malaikat, atau seluruh muslimin maka aku tak kan mau menerima mereka menjadi saksi.
    • Berkata : "Aku tidak mau melakukan ini, sekalipun itu sunah, (kata-kata menghina)
    • Berkata : " Seandainya si Fulan menjadi nabi, saya tak mau percaya kepada-nya,
    • Berkata : " Syareat yg mana ini?" .(Dia berkata : ketika ada seorang ulama memberikan Fatwa-Hukum dgn tujuan meremehkan.)
    او قال لعنة الله على كل عالم مريدا الاستغراق الشامل لأحد الانبياء او قال انا برئ من الله او من الملائكة او من النبي صلى الله عليه وسلم او من القرأن او من الشريعة او من الاسلام او قال لحكم حكم به من الاحكام الشريعة ليس هذاالحكم اولا اعرف الحكم مستهزئا بحكم الله
    • Berkata : "Laknat Alloh atas semua orang 'Alim. dgn ucapan ini berarti  mengkaitkan keseluruhan salah satu nabi.
    • Berkata : " Saya melepaskan diri dari Allah ! "Saya bebas dari malaikat !, bebas dari nabi !,  atau bebas dari syariat ! dan dari islam.
    • Berkata : "Ini bukan hukum syareat'' . (Berkata ketika ada satu hukum syara')
    • Berkata : "Saya tidak kenali hukum syara ini', dgn maksud menghina hukum Allah SWT.
     اوقال وقد ملأ وعاء وكأسا دهاقا او افرغ شرابا فكنت شرابا او عند وزن اوكيل واذا كلوهم او وزنوهم يخسرون او عند رؤية جمع وحشرناهم فلم نغادر منهم احدا بقصد الاستخفاف او الستهزاء في الكل وكذا كل موضع استعمل فيه القرأن بذلك فان كان بغير ذالك القصد فلا يكفر لكن قال الشيخ احمد ابن حجررحمه الله لا تبعد حرمته وكذا يكفر من شتم نبيا او ملكا 
    • Berkata Sambil mengejek saat mengisi benjana dengan Ayat "(وكأسا دهاقا)" atau  "(فكانت شرابا) " sambil menuang minuman, dgn tujuan menghina. Atau membaca Ayat (واذا كلوهم او وزنوهم يخسرون) ketika berada disisi timbangan atau takaran, (tujuan menghina). Atau Membaca Ayat (وحشرناهم فلم نغادر منهم احداKetika ada rombongan lewat dgn tujuan menghina atau meremehkan Alqur'an.
    • Membaca Ayat Alqur'an  disebuah tempat dgn maksud menghina. Jika tidak, maka tidaklah kufur.

    Namun menurut Syeikh Ahmad bin Hajar  hal itu mendekati keharaman, demikian pula memaki para nabi dan malaikat,

    او قال اكون قوادا ان صليت اوما اصبت خيرا منذ صليت اوالصلاة لا تصلح لي بقصد الاستخفاف بها او الاستهزاء اوستحلال تركها اوالتشا ؤم بها او قال لمسلم انا عدوك وعدو نبيك او لشريف انا عدوك وعدو جدك مريدا النبي صلى الله عليه وسلم او يقول شيأ من نحو هذه الالفاظ البشيعة الشنيعة 


    Dan berkata ,jika saya sholat maka saya akan menjadi penjual pelacur,
    Dan berkata sejak saya sholat tidak mendapat kebaikan.
    Dan berkata sholat itu sama sekali tidak pantas bagiku, dgn tujuan menghina sholat,meremehkan atau menganggap halalnya meninggalkan sholat atau merasa mendapat situasi buruk sebab sholat.
    Dan berkata kepada syarif (keturunan Nabi muhammad SAW), aku ini musuhmu,dan musuh kakekmu, dia bermaksud menghina nabi SAW.
    atau berkata selain dgn kata2 tersebut(mulai awal )tapi sama buruknya dgn kata2 diatas juga menjadikannya murtad,

    وقد عد الشيخ احمد بن حجر والقاضي عياض رحمهما الله تعلى في كتا بها الاعلام والشفاءاشيأ كثيرة فينبغي الاطلاع عليها فان من لم يعرف الشر يقع فيه وحاصل اكثر تلك العبارات يرجع الى ان كل عقد او فعل او قول يدل على استهانة او استحفاف بالله او كتتبه او رسوله او ملائكته او شعائره او معالم دينه او احكامه او وعده او وعيده كفر او معصية ا و يهودية فليحذار الانسان من ذلك جهده

    Imam syeh ahmad bin hajar dalam kitab Al-I'lamu Biqowatihil islam, menghitung dan menerangkan banyak masalah murtad
    dan imam Qodi iyad juga demikian dalam kitab Assyifa, seyogyanya kita melihat dua kitab itu, siapa yang tak mengerti keburukan, tentu jatuh kedalamnya.
    Wal hasil kesimpulan keterangan diatas, dikembalikan kepada Aqidah,perbuatan,dan ucapan yg menunjukan penghinaan dan meremehkan Alloh,kitab2, rosul2, tanda agama seperti (masjid, majlis,musholah dll, pent),hukum2,atau janji dan ancaman-NYA. Semua itu ada dua hukum adkalanya kufur dan adakalanya maksiat.
    Karenanya, semua insan tak lain diriku juga harus waspada dan hati 2 sekuat tenaga terhadap hal hal diatas WALLOHU 'ALAM.